Berikut 9 Cara Memulai Usaha Pecel Lele yang Laris Pembeli

Berikut 9 Cara Memulai Usaha Pecel Lele yang Laris Pembeli

Baik siang maupun malam, hampir setiap usaha pecel lele selalu ramai oleh pembeli.

Cara memulai usaha pecel lele yang laris terbilang mudah membuat usaha ini banyak diincar oleh calon pengusaha. 

Penjual pecel lele biasanya tidak hanya menjual lele, tetapi juga ayam, tempe, tahu, dan lain-lain.

Berhubung produk yang dijual makanan pokok, pasti selalu saja ada pembeli yang mampir. Itu artinya prospek bisnisnya cukup cerah. 

Cara Memulai Usaha Pecel Lele yang Laris

Dengan perencanaan dan pengelolaan matang, usaha pecel lele berpotensi mendatangkan omset menggiurkan.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, berikut penjelasannya dari Centralusaha.id:

1. Siapkan Modal

Siapkan Modal

Setidaknya memulai usaha pecel lele menguras biaya sebesar 5 juta rupiah.

Biaya pengeluaran awal biasanya tidak sedikit.

Dibutuhkan dana untuk membeli peranti memasak, meja atau gerobak, serta tenda.

Selain perlengkapan tersebut, biaya bahan mentah dan biaya tenaga, jika ada, perlu dirincikan juga ke dalam modal.

Berlatih memasak siapapun yang ingin memulai usaha pecel lele wajib bisa memasak, khususnya memasak pecel lele serta lauk lainnya.

Memiliki kemampuan masak memungkinkan Anda menjual produk yang lezat.

Pelanggan yang merasa cocok dengan cita rasa pecel lelenya kemungkinan akan melakukan pembelian ulang.

2. Penentuan Lokasi Tempat Pecel Lele

Dalam menentukan lokasi tempat, terdapat unsur-unsur yang sebaiknya dipenuhi.

Unsur yang terpenuhi menandakan lokasi yang dituju strategis.

Beberapa unsurnya meliputi:

  • Tersedia lahan parkir motor dan mobil.
  • Mudah dijangkau.
  • Tidak ada pesaing yang berjarak terlalu dekat.
  • Tempat pecel lele mudah terlihat pelanggan.
  • Sajian berpeluang diminati masyarakat setempat.
  • Lahan tempat pecel lele cukup luas.

Selain yang telah disebutkan di atas, lokasi yang baik adalah lokasi yang berada dekat pusat keramaian atau tepi jalan yang selalu ramai oleh kendaraan lalu lalang.

Anda sudah pasti tahu alasannya, yaitu agar pelanggan mudah menemukan tempat pecel lele Anda.

Lokasi strategis umumnya ditawar dengan harga sewa yang cukup tinggi.

Oleh karenanya, pastikan manajemen keuangan usaha Anda bagus.

Modal sewa tempat lebih mudah kembali apabila usaha kerap padat oleh pelanggan.

Simak Juga:: 10 Cara Membuka Bisnis Roti Bakar Supaya Ramai Pembeli

3. Memilih Nama Brand

Memilih Nama Brand

Pemilihan nama brand penting diperhatikan. Tanpa disadari, nama brand pecel lele turut bermain peran dalam menarik minat masyarakat.

Buatlah nama yang menarik dan mudah dihafal. Nama juga dapat dibuat berdasarkan harapan bisnis kedepannya.

Ambil contoh Pecel Lele Lela, brand pecel lele tersebut dikenal luas oleh masyarakat berkat kualitas serta penamaan yang membuat orang penasaran.

Bagi yang belum tahu, arti “lela” adalah lebih laku. Berkat kerja keras pemiliknya, Pecel Lele Lela menjadi laris manis sesuai dengan nama brand-nya.

Belajar dari usaha tersebut, Anda harus menyertai nama brand unik dengan pelayanan, kebersihan, serta kualitas makanan prima.

4. Mencari Supplier Bahan Baku Berkualitas

Selain keterampilan memasak, kualitas bahan baku juga berperan mempengaruhi kualitas rasa makanan.

Temukan supplier yang menawarkan bahan baku kualitas terbaik. Simpan bahan baku di tempat yang tepat agar kesegaran terjaga meski sudah beberapa hari. 

Saat mencari supplier, sebaiknya langsung mendatangi peternak atau petani.

Misalnya Anda membutuhkan kol, mentimun, dan daun kemangi untuk lalapan.

Dapatkan bahan-bahan tersebut langsung dari petani agar harga yang didapatkan lebih murah. 

Begitu juga dengan bahan baku lele, temukan penjual lele yang menawarkan harga terbaik.

Tips saat berbelanja di supplier adalah membeli bahan baku sebanyak tingkat penjualan rata-rata.

Dengan begitu, bahan baku tidak terbuang akibat kualitasnya menurun karena disimpan terlalu lama.

5. Buat Inovasi Produk

Buat Inovasi Produk

Cara memulai usaha pecel lele yang laris berikutnya adalah menghadirkan inovasi produk.

Lambat laun orang-orang akan jenuh jika menu yang ditawarkan hanya pecel lele saja. Alhasil mereka kurang tertarik untuk datang kembali.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, buatlah menu inovasi yang berbahan dasar lele, ayam atau bebek.

Misalnya menyediakan menu lele fillet tepung, lele asam manis, lele kuah, dan lain sebagainya.

Variasi menu tersebut jarang ditemukan di usaha pecel lele, inilah yang membuat usaha Anda nanti berpeluang lebih unggul.

Harga jual menu-menu lele sebaiknya tidak terlalu tinggi.

Calon pelanggan akan berpikir dua kali kalau melihat harga yang terlalu tinggi.

Biasanya, satu porsi pecel lele dibanderol dengan harga Rp13.000 saja.

Sekiranya harga yang Anda jual memang harus di atas harga normal, maka sajian lele perlu diracik agar terlihat menjual.

6. Membuka Cabang Pecel Lele

Pembukaan cabang di daerah yang sama-sama potensial memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan berlipat.

Jika dari satu outlet omset yang diraup mencapai Rp10 juta sehari, Anda dapat menghasilkan Rp50 juta sehari dengan 5 cabang.

Perlu diingat, mengelola beberapa usaha sekaligus relatif tidak mudah.

Untuk menyiasatinya, carilah tenaga kerja yang dapat diajak kerjasama, jujur, dan dapat dipercaya.

Lihat saja Pecel Lele Lela, saking larisnya di Indonesia, usaha tersebut telah melebarkan sayapnya sampai membuka cabang di luar negeri.

Berapa laba bersihnya? Berdasarkan informasi yang beredar, labanya mencapai miliaran rupiah.

7. Tonjolkan Kualitas Pelayanan

Tonjolkan Kualitas Pelayanan

Sebagai usaha yang bergerak di bidang pelayanan kepada pelanggan, wajib hukumnya bagi usaha untuk memberikan pelayanan terbaik.

Selengkap adapun fasilitas yang Anda punya, pelanggan cenderung menghindari usaha Anda jika pelayanannya mengecewakan.

Pelayanan dapat ditingkatkan dengan berperilaku ramah serta bekerja sesuai SOP yang berlaku.

Bila Anda mempunyai karyawan, latih karyawan Anda sampai ia paham bagaimana cara melayani pelanggan dengan baik.

Pelanggan yang kecewa sangat berbahaya bagi keberlangsungan bisnis, apalagi jika pelanggan tersebut menuangkan kekecewaannya di media sosial.

8. Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Tidak sedikit pengusaha yang motivasi berjuangnya seketika menurun ketika usahanya tidak menunjukkan perkembangan.

Sudah menjadi hal yang wajar bila di awal merintis usaha pembeli yang datang hanya sedikit.

Mungkin Anda hanya berhasil menjual 1 kg lele selama beberapa bulan pertama. Tak perlu menyerah bila kasus ini terjadi pada Anda.

Pasalnya, usaha Anda terbilang masih baru dan orang belum tahu rasa pecel lele yang Anda tawarkan.

Cobalah lebih giat memasarkan produk, dan lebih tekun menggeluti usaha.

Dengan kerja keras dan konsistensi Anda, usaha dapat berkembang dalam waktu dekat. 

Sekadar tips, pasang spanduk yang berisi menu andalan di depan tempat usaha.

Tujuannya agar orang yang lalu-lalang tertarik untuk mencobanya.

Simak Juga:: Tips Memulai Usaha Angkringan Agar Sukses dan Menguntungkan

9. Mengelola Keuangan dengan Baik

Mengelola Keuangan dengan Baik

Saat usaha mulai mendatangkan keuntungan yang terus mengalir, beberapa pengusaha justru mudah terlena dan tidak mengatur keuangan dengan baik.

Padahal manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap operasional bisnis.

Jika keuangan tidak dikelola dengan baik, bisa-bisa usaha Anda tutup dalam waktu dekat. Entah akibat financial distress atau faktor lainnya.

Maka dari itu, penting sekali mengatur keuangan usaha.

Bila Anda mempunyai modal yang cukup, tidak ada salahnya membuka cabang di daerah lain untuk melipatgandakan keuntungan.

Manajemen keuangan dapat dimulai dengan memisahkan uang untuk mengembalikan usaha, uang keuntungan, uang gaji karyawan, dan lain-lain agar jelas.

Itu dia beberapa cara memulai usaha pecel lele yang laris. Laris atau tidaknya suatu usaha dipengaruhi oleh faktor-faktor di atas.

Dengan modal terbatas pun, usaha Anda berpeluang laris jika diiringi ketekunan dan kerja keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *