Mau Buka Barbershop? Ketahui Tips Memulai Usaha Barbershop

tips-memulai-usaha-barbershop

Mau tahu tips memulai usaha barbershop agar ramai pengunjung? Sebelumnya, mari ketahui prospek usaha ini.

Barbershop adalah tempat yang paling dicari oleh kaum pria ketika ingin mencukur rambut dan lain sebagainya. Seperti diketahui, rambut tidak pernah berhenti tumbuh setiap harinya.

Jadi dapat disimpulkan kalau usaha ini memang berpeluang. Ditambah, usaha yang terlihat sederhana ini ternyata menghasilkan peluang keuntungan yang tak tanggung-tanggung.

Pahami bersama tips-tips memulai barbershop pada artikel ini.

Tips Memulai Usaha Barbershop Biar Sukses

Khusus untuk Anda yang ingin memulai peruntungan di bisnis ini, silakan ikuti tips-tips yang telah disajikan centralusaha.id berikut:

1. Tentukan Pangsa Pasar

Tentukan Pangsa Pasar

Pangsa pasar barbershop sangat luas. Peminatnya berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga dewasa tua.

Dengan menentukan pangsa pasar yang lebih spesifik, usaha lebih mudah menyajikan layanan yang sesuai karakteristik pelanggan.

Pria remaja lebih mementingkan variasi gaya rambut.

Sementara pria yang lebih tua cenderung memilih barbershop yang melayani cukur kumis atau jenggot. 

Pria kaya lebih menikmati tempat tukang cukur yang didekorasi dengan furniture berkualitas.

Mereka rela membayar lebih demi memanjakan dirinya di lingkungan yang nyaman.

2. Pilih Lokasi Barbershop

Ketika hati sudah mantap memulai bisnis ini, mulailah melakukan survei lokasi yang dirasa strategis untuk usaha Anda.

Setelah menentukan pangsa pasar, tentukan lokasi yang paling mudah dijangkau oleh target Anda.

Dirikan usaha di dekat kantor jika ingin menyasar pria kantor.

Jika target utama Anda pria remaja, bangunlah di sekitar area kos-kosan atau universitas.

Tidak ada yang melarang jika pangsa pasar Anda lebih umum.

Lokasi terbaik dengan target umum meliputi area pertokoan, area perumahan, sekitar pasar, bahkan rumah Anda sendiri.

Dengan catatan, rumah Anda berada di tempat yang mudah dijangkau dan ramai oleh orang lewat.

Simak Juga:: 10 Tips Memulai Usaha Depot Air Minum Isi Ulang Supaya Untung

3. Pekerjakan Barber Berpengalaman

Pekerjakan Barber Berpengalaman

Memulai usaha barbershop tidak menuntut Anda mempunyai kemampuan mencukur rambut.

Anda bisa mempekerjakan barber yang berpengalaman untuk mengurus pelanggan Anda.

Bukan saja keterampilan yang diprioritaskan, pastikan barber Anda sopan dan menguasai pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan rambut. 

Pelanggan yang merasa puas dengan pelayanan yang ada tidak akan ragu untuk memilih usaha Anda.

Sebaliknya, pelanggan yang kurang puas biasanya mencari tempat lain.

4. Menata Ruang yang Menarik dan Nyaman

Barbershop berkembang seiring waktu. Kini dapat dengan mudah ditemukan barbershop yang menghadirkan tempat dengan konsep menyegarkan mata.

Biasanya barbershop yang berada di dalam mal menyusun tempat mencukur dalam bentuk sejajar dan terdapat cermin besar di depannya. 

Tampilan modern ini menarik kalangan pelanggan tertentu.

Di area tunggu, sediakan cemilan atau kafe kecil agar pelanggan tidak bosan saat menunggu.

Bahkan, beberapa barbershop membangun lounge premium dengan nuansa hangat serta wangi semerbak oleh aromaterapi.

Konsep barbershop tidak terbatas. Gunakan kreativitas Anda untuk membuat konsep barbershop unik ala diri Anda.

5. Siapkan Alat dan Fasilitas

Siapkan Alat dan Fasilitas

Satu unit barbershop minimal menyediakan 1 meja dengan laci, 1 kursi tempat cukur, 1 cermin ukuran 1×2 meter, serta peranti kecil seperti set gunting, set mesin cukur, sepatu sisir, kuas, jepitan plastik, handuk, kain penutup tubuh, serta kuas muka.

Bila ada modal lebih, investasikan dana tersebut untuk membeli pendingin ruangan.

Pelanggan dijamin semakin betah mengunjungi tempat Anda.

Sediakan pula katalog terbaru yang berisi variasi model rambut kekinian.

6. Menawarkan Paket dan Variasi Layanan

Tidak semua pelanggan yang datang ingin memangkas rambutnya.

Supaya pelanggan tidak kecewa saat mengunjungi tempat Anda, hadirkan layanan yang lengkap, mulai dari layanan cukur jenggot dan kumis, creambath, pemijatan, hingga hair coloring.

Lakukan cross-selling dengan menggabungkan layanan cukur rambut dengan creambath, misalnya. Umumnya, pelanggan lebih tertarik memilih paket tersebut ketimbang memilih layanan secara terpisah.

Tak lupa beri promo menarik secara berkala.

Siapapun suka dengan harga spesial. Beri harga spesial potongan 50% untuk pelanggan pertama atau tawarkan sistem layanan cukur kumis dan rambut bagi pelanggan yang telah berkunjung selama lima kali.

Lengkapi usaha dengan menyediakan sistem booking minimal H-1.

Selain berguna untuk memantau jumlah pelanggan, sistem ini juga menguntungkan pelanggan. Mereka tidak perlu menunggu lama-lama.

7. Selalu Update dengan Tren

Selalu Update dengan Tren

Ingin menguasai pangsa pasar di daerah setempat? Salah satu caranya dengan selalu memperbarui keterampilan Anda dan karyawan agar up-to-date dengan tren rambut terkini.

Melatih karyawan membutuhkan biaya, namun jika ingin menekan biaya training, Anda dapat memanfaatkan internet untuk mempelajari gaya-gaya rambut trendy nan stylish.

Khususnya jika sasaran utama Anda adalah anak-anak muda. 

Mereka lebih menyukai model rambut yang terlihat kekinian. Cara ini juga upaya yang baik untuk bersaing melawan kompetitor di daerah Anda.

Pelanggan yang puas melihat berbagai model rambut yang Anda tawarkan, tentunya mereka berpeluang kembali lagi.

8. Bekerja Sama dengan Bisnis Ritel

Mengadakan produk-produk ritel di bisnis Anda dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.

Bangun hubungan mitra dengan penjual produk yang relevan. 

Produk yang cocok di antaranya produk perawatan rambut, camilan, majalan atau koran, bahkan peralatan cukur.

Sediakan pula aneka minuman untuk menemani pelanggan selama menunggu giliran.

Simak Juga:: 9 Tips Memulai Usaha Bubur Ayam Laris Manis, Banyak Pembeli

9. Sediakan Variasi Metode Pembayaran

Sediakan Variasi Metode Pembayaran

Munculnya beragam metode pembayaran membuat proses transaksi jauh lebih mudah.

Jangan ketinggalan zaman dengan tidak menyediakan variasi metode pembayaran.

Sediakan pembayaran melalui debit hingga dompet digital.

Putar uang yang masuk dengan baik sehingga keuntungan Anda terus mengalir dan bertambah.

10. Menyisihkan Biaya Operasional

Manajemen keuangan tidak lengkap jika tidak menyisihkan sekian persen dana untuk kepentingan operasional.

Tanpa mampu memenuhi biaya operasional, bisnis tidak dapat berjalan.

Pada kejadian pertama mungkin bisa ditutup dengan pengeluaran pribadi atau usaha.

Namun, hal ini tidak boleh terjadi berulang kali. Lama-lama usaha Anda mengalami kebangkrutan.

Adapun biaya operasional yang perlu ditanggung oleh usaha barbershop adalah:

  • Biaya penyusutan alat: Rp150.000/bulan
  • Biaya listrik: Rp300.000/bulan
  • Biaya air: Rp250.000/bulan
  • Biaya sewa: Rp500.000/bulan
  • Biaya darurat: Rp200.000/bulan

Biaya darurat berfungsi sebagai dana cadangan untuk mengantisipasi masalah yang muncul di masa mendatang.

Jika diakumulasikan, setidaknya Anda perlu menyisihkan Rp1.500.000 per bulan.

Jumlahnya bervariasi tergantung dengan besar kecilnya usaha Anda.

Sebagai tambahan, membangun usaha dari awal tidak semudah apa yang tertulis. Intinya, jangan mudah putus asa jika usaha tidak seramai harapan Anda.

Percayalah, dengan konsistensi usaha Anda dapat berhasil suatu waktu. Harapannya tips memulai usaha barbershop ini bermanfaat.

Mau Buka Barbershop? Ketahui Tips Memulai Usaha Barbershop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas