10 Tips Memulai Usaha Depot Air Minum Isi Ulang Supaya Untung

tips-memulai-usaha-depot-air-minum-isi-ulang

Bagi sebagian orang, membeli air minum bermerek kurang diminati.

Pasalnya, harganya jauh lebih mahal daripada beli di depot air minum.

Melihat prospek tersebut, gunakan tips memulai usaha depot air minum isi ulang berikut untuk mendongkrak kesuksesan usaha Anda.

Tips Memulai Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

Tips memulai bisnis depot air minum meliputi penentuan lokasi, pencarian supplier air minum, pengajuan izin usaha, pembelian alat dan perlengkapan, hingga perencanaan strategi pemasaran.

Selengkapnya simak artikel dari centralusaha.id di bawah ini:

1. Kenali Sasaran Pasar

Kenali Sasaran Pasar

Tidak semua orang mau menggunakan air minum isi ulang. Masih ada sejumlah masyarakat yang beranggapan negatif tentang air minum isi ulang.

Oleh sebab itu, lakukan riset sasaran di tempat tujuan guna mengenal lebih baik sasaran Anda.

Pilih tempat tujuan di mana kebanyakan masyarakatnya memang terbiasa memakai air minum bukan bermerek.

Jika memaksakan membuka lapak di area yang kondisi lingkungannya tidak menggunakan air minum galon, bisa saja usaha Anda sepi nantinya.

2. Mengajukan Izin Usaha

Sebagai usaha dengan produk yang sangat berhubungan dengan kesehatan, kualitas air minum yang Anda jual perlu dilalui sejumlah uji kelayakan air minum.

Sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan dan ketentuan lain-lain mengatur tentang standarisasi air minum layak jual.

Langkah ini penting dilakukan, khususnya guna menarik kepercayaan pelanggan, serta dilindungi dari masalah-masalah yang mungkin menyangkut hukum. 

Segera ajukan segala perizinan dan keperluan legalitas lainnya sebelum memulai usaha.

Setelahnya, lakukan operasional usaha sesuai ketetapan yang berlaku.

Simak Juga:: 9 Tips Memulai Usaha Bubur Ayam Laris Manis, Banyak Pembeli

3. Menjalin Silaturahmi dengan Kompetitor

Menjalin Silaturahmi dengan Kompetitor

Pada umumnya, kompetitor adalah “musuh”. Tetapi, tidak ada salahnya menganggap kompetitor sebagai teman, mengingat tujuan Anda dengan tujuannya pasti tidak jauh berbeda.

Contohnya sama-sama ingin memenuhi kebutuhan hidup.

Kini cobalah perlahan ubah cara pandang Anda terhadap kompetitor.

Anggap mereka sebagai manusia yang kebetulan berprofesi di bidang yang sama.

Jadikan kompetitor sebagai motivasi agar usaha Anda terus berkembang dan tidak stagnan.

Kalau ada waktu, bangun silaturahmi dengan kompetitor Anda.

Mengapa begitu? Alasannya tidak lain untuk saling membantu antara satu dengan yang lain saat mengalami masalah dalam menjalankan usaha tersebut.

4. Mencari Supplier Air Minum

Air minum berasal dari mata air di pegunungan. Hal ini perlu Anda pikirkan matang-matang.

Di mana Anda akan mendapatkan pasokan air minum?

Ada dua metode yang bisa dipilih, yaitu mendapatkan air minum yang berasal dari PDAM atau mata air di pegunungan?

Mata air di pegunungan relatif lebih mahal. Akan tetapi kualitasnya tidak lagi diragukan. Kabar baiknya, tidak perlu mengambil pusing soal pemilihan supplier air minum.

Saat ini mulai bermunculan perusahaan yang menyediakan tawaran franchise air minum untuk para pengusaha seperti Anda.

5. Beli Peralatan Berkualitas

Beli Peralatan Berkualitas

Langkah berikutnya adalah membeli peralatan untuk melengkapi dan mendukung operasional usaha Anda.

Sebaiknya, tidak hanya mengunjungi dan bertanya ke satu supplier saja.

Tujuannya agar menemukan supplier dengan harga terbaik.

Perhatikan kualitas peralatannya. Tanyakan berapa kapasitasnya? Dan berapa harganya?

Lakukan perbandingan kualitas dan harga antara satu supplier dengan supplier yang lain.

Sebaiknya, tidak membeli barang yang di luar kemampuan Anda agar waktu balik modalnya tidak terlalu lama.

6. Memasang Spanduk di Sekitar Tempat Usaha

Dalam menjangkau pelanggan potensial, Anda bisa memasang spanduk atau banner di sekeliling tempat usaha.

Melalui media ini, orang-orang yang lewat menyadari adanya keberadaan tempat usaha Anda.

Jadi, saat mereka butuh air minum galon, mereka akan berpikir untuk mendatangi tempat Anda.

Selain spanduk, Anda juga bisa memajang surat izin dinas sebagai bukti bahwa usaha telah lulus uji kelayakan usaha.

Letakkan spanduk di tempat yang mudah terlihat secara natural.

Agar lebih mudah dibaca, cukup sisikan beberapa kata saja mengenai bisnis Anda.

7. Menawarkan Harga Bersaing

Menawarkan Harga Bersaing

Alasan banyak orang memilih depot air minum isi ulang adalah alasan ekonomi. Air minum galon ditawar dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang air minum segel.

Berdasarkan kenyataan tersebut, pertimbangkanlah harga yang ingin Anda pasang.

Terlebih, air minum adalah kebutuhan sehari-hari. Harga sangat dipertimbangkan oleh pelanggan.

Besar kemungkinan mereka menomorsatukan depot air minum dengan harga termurah, meski selisihnya hanya 500 perak.

Salah satu upaya untuk mengantisipasi hal itu adalah dengan mengusung program spesial bagi pelanggan loyal, seperti melakukan pengisian ulang gratis pada pembelian ke-10.

Pelanggan tentu senang dan merasa diuntungkan.

8. Rancang Strategi Penjualan

Tips memulai usaha depot air minum isi ulang selanjutnya adalah menyusun strategi penjualan yang sesuai.

Sebab strategi ini merupakan senjata yang tak bisa disepelekan, apapun bisnis Anda. Strategi penjualan yang kuat dapat mendorong masuk lebih banyak keuntungan.

Keunggulan yang dimiliki oleh usaha Anda dapat dijadikan tombak untuk mendongkrak penjualan usaha.

Ini juga yang menjadi gambaran mengenai kelebihan usaha Anda ketimbang kelebihan kompetitor.

Mengolah keunggulan sebagai strategi bertujuan agar Anda dapat menguasai lebih banyak sasaran di daerah tujuan.

Jika tidak melakukan pemasaran, sulit bagi suatu usaha untuk berkembang lebih cepat 

9. Berikan Layanan Terbaik

Berikan Layanan Terbaik

Bukan hal yang tak biasa lagi kalau usaha yang sukses sudah pasti memiliki tim pelayanan yang jawara, baik itu dari segi keramahan atau kecepatan respons.

Bagi beberapa orang, sentuhan personal lebih dijunjung dalam memilih depot air minum isi ulang yang ingin dituju.

Triknya dimulai dari mencari tahu atau bertanya nama pelanggan.

Saat pelanggan berkunjung kembali, sapalah dengan menyebut namanya.

Hal ini membuat pelanggan dihargai dan spesial. Sentuhan ini sangat membantu munculnya loyalitas pelanggan.

Bahkan, pelanggan setia rela membayar lebih berkat kepuasan pelayanan yang ia dapatkan. Ini juga merupakan upaya agar pelanggan tidak mudah berganti hati ke depot air minum lain.

Simak Juga:: Berikut 9 Cara Memulai Usaha Pecel Lele yang Laris Pembeli

10. Menawarkan Peminjaman Galon

Langkah selanjutnya cukup menarik. Beberapa depot air minum belum menerapkan sistem ini.

Padahal sistem ini baik untuk menunjang kesuksesan usaha. Pinjamkan galon gratis kepada masyarakat yang tidak mempunyai galon. 

Seperti diketahui, harga galon tidaklah murah. Paling murah biasanya seharga Rp100 ribu.

Dengan sistem ini, hitung-hitung Anda membantu masyarakat yang membutuhkan air minum namun keterbatasan ekonomi.

Demikian tips memulai usaha depot air minum isi ulang yang bisa disampaikan.

Selebihnya kesuksesan usaha ada di tangan Anda. Mari, jadikan tips-tips di atas agar lebih percaya diri menjalankan usaha ini dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa agar usaha terus bertahan.

10 Tips Memulai Usaha Depot Air Minum Isi Ulang Supaya Untung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas